onlinetools.dev

Pengurai URL

Pecah sebuah URL menjadi protokol, host, path, dan parameter kueri

Berjalan lokal
loading…
Tentang alat ini

Tempel sebuah URL dan lihat ia dibedah: protokol, host, porta, path, fragmen, serta setiap parameter kueri sebagai tabel kunci–nilai yang sudah didekode. Alat ini memakai pengurai URL WHATWG yang sama seperti yang dipakai browser Anda untuk berpindah halaman, jadi tafsiran yang Anda lihat adalah tafsiran yang benar-benar akan diterapkan browser — termasuk kasus tepi seperti porta bawaan yang dihilangkan dan path yang dinormalkan.

Tabel parameter kueri adalah bagian yang paling sering Anda pakai: pengalihan OAuth yang panjang, tautan bertag analitik, dan panggilan API menjadi terbaca sekali lihat, dengan setiap nilai sudah didekode dari bentuk persen. Domain telanjang tanpa skema juga diterima; https:// diasumsikan saat penguraian.

Alat ini berpasangan alami dengan enkoder URL — urai sebuah URL di sini untuk menemukan parameter yang Anda butuhkan, sunting nilainya, lalu enkode kembali di sana.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa URL hasil penguraian sedikit berbeda dari yang saya tempel?
Pengurai WHATWG melakukan normalisasi: skema dan host dijadikan huruf kecil, porta bawaan dibuang (:443 untuk https), segmen ./ dan ../ diselesaikan, dan karakter yang memerlukannya dienkode. Yang Anda lihat adalah bentuk kanonis yang disepakati server dan browser.
Bisakah ia menangani URL dengan kunci kueri yang berulang?
Bisa — setiap kemunculan didaftar sebagai barisnya sendiri, sesuai urutan. Kunci berulang itu sah dan lazim: banyak API membacanya sebagai larik (?tag=a&tag=b).
Apa bedanya host dan hostname?
hostname hanyalah domainnya (example.com); host menyertakan porta non-bawaan yang ditulis eksplisit (example.com:8080). Ketika portanya sama dengan bawaan skema, keduanya tampak sama karena porta itu dihilangkan.
Apakah fragmen (#...) ikut terkirim ke server?
Tidak. Semua yang berada setelah # tinggal di browser — server tidak pernah melihatnya. Karena itulah aplikasi satu halaman dahulu memakainya untuk perutean di sisi klien, dan karena itu pula parameter analitik yang diletakkan setelah # tidak terlihat oleh backend.
Alat terkait